Perencanaan Usaha Roti Bakar

16. Perencanaan Usaha Roti Bakar

Masyarakat saat ini sudah mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan. Zaman dahulu orang dalam membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, hal inilah yang menjadi prioritas utama bagi masyarakat dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang akan mereka beli.

 

Saat ini roti banyak menjadi pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa menawarkan cukup banyak rasa yang ditawarkan, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi harga dapat mudah dijangkau semua kalangan masyarakat.

 

Proposal Usaha Roti Bakar – Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kita mendirikan sebuah usaha jualan roti bakar, dimana dari segi rasa memenuhi konsumen yaitu enak, dari segi gizi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena mengandung karbohidrat, protein dll. Dari segi harga terbilang mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

 

Pendapatan sebesar Rp.503.000 adalah pendapatan dari harga jual roti terendah, sedangkan kita mempunyai bermacam–macam harga roti sesuai dengan rasa yang dinginkan ini dapat dilihat pada tabel daftar harga roti berikut ini :

 

Daftar Harga

Padahal dalam sehari roti yang terjual tidak selamanya index harga yang terendah, index harga roti yang terjual brevariasi sesuai dengan permintaan pembeli rasa apa yang pembeli inginkan. Sehingga bukan tak mungkin pendapatan bersih kita selama 1 bulan bisa mencapai lebih dari Rp.503.000

 

Nanas/Strawbery Rp. 6.000

Kombinasi Nanas/Strawbery + Kacang = Rp. 6.500

Kombinasi Nanas/Strawbery + Pisang = Rp. 6.500

Kombanisi Nanas/Strawbery + Coklat = Rp. 7.000

Kombinasi Nanas/Strawbery + Keju = Rp. 7.000

Coklat + Coklat = Rp. 7.500

Kombinasi Coklat + Pisang = Rp. 7.500

Kombinasi Coklat + Kacang = Rp. 7.500

Pisang + Pisang = Rp. 8.000

Kacang + Kacang = Rp. 8.000

Kombinasi Kacang + Pisang = Rp. 8.000

Kombinasi Keju + Pisang = Rp. 8.500

Kombinasi Keju + Coklat = Rp. 8.500

Kombinasi Keju + Kacang = Rp. 8.500

Keju + Keju = Rp. 9.000

Special = Rp.10.000

  • Analisis Titik Impas ( BEP )

Dalam menghitung analisis titik impas kita terlebih dahulu menentukan jumlah total investasi awal.

Investasi awal = Jumlah Biaya Tetap + Jumlah Biaya Toatal Variabel

= Rp.2.633.000 + Rp.2.377.000

= Rp.5.010.000

  • Tenaga Kerja

Dalam bisnis jualan roti ini kita tidak memerlukan sumber daya manusia yang ahli dan skill yang khusus seperti sarjana dll, akan tetapi yang diperlukan adalah orang yang mau bekerja secara tekun / telaten, sabar, kerja keras dan tidak gengsi karena ini merupakan pekerjaan remeh menurut pandangan masyarakat tertentu.

  • Lokasi

Pilihlah lokasi yang paling bagus yaitu ditempat yang banyak dilalui orang (banyak orang yang melakukan aktifitas) seperti di depan toko (supermarket), di perempatan atau pertigaan jalan dll. Untuk lokasi yang sudah kami dapatkan yaitu di depan rumah, lokasi cukup bagus karena di pinggir jalan dan dekat toko perbelanjaan (ruko-ruko), dan satu lagi di pinggir jalan raya magelang-jogja tepat nya di depan pabrik kertas blabak.

  • Pesaing

Anda harus mensurvei para pesaing-pesaing anda. Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Contoh, bagaimana caranya membuat roti bakar kita beda dengan penjual lain dan terlihat lebih unik serta kalau bisa dengan harga murah.

  • Strategi Pemasaran

Terdiri dari (Price+Place+Promotion) Harga roti lebih murah, pilih lokasi strategis, Promosi dengan diskon

  • Faktor- faktor penjualan

Faktor Cuaca

Bila hujan turun maka orang malas keluar rumah sehingga pembeli tidak begitu banyak / jarang  dan sepi penjualan juga

Bila cuaca terang maka orang banyak yang keluar sehingga target roti 1 hari terjual 16 roti bisa terpenuhi bahkan bisa lebih dari taget.

Faktor Ekonomi Masyarakat

 

Bila musim akhir bulan maka pembeli tidak begitu banyak, namun bila awal bulan maka biasanya pembeli ramai.

Bila harga sembako naik walaupun hanya sedikit, kadang bisa mengurangi pembeli.

Apabila faktor tersebut benar-benar mempengaruhi dalam jualan roti, kita masih bisa mendapat untung sekitar Rp.± 300.000 dalam satu bulan. Namun, dengan perencanaan yang baik, maka segala hal bisa menjadi lebih mudah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s