Perencanaan dalam Pemetaan Sosial

29. Perencanaan dalam Pemetaan Sosial

Pada proses perencanaan ini ada hal-hal yang harus dilewati dan dimengerti secara sistematis, yaitu identifikasi masalah. Identifikasi masalah sangat erat kaitannya dengan asesmen kebutuhan (Need Assesment). Asesmen kebutuhan dapat diartikan sebagai penentuan besarnya atau luasnya suatu kondisi dalam suatu populasi yang ingin diperbaiki atau penentuan kekurangan dalam kondisi yang ingin direalisasikan.

Mengenai ini Earl Rubington dan Martin Weinberg dalam karya mereka The Study of Social Problem mendefinisikan masalah sosial sebagai an alleged situation that is incompatible with the values of significant number of people who agree that action is needed to alter the situation.

Dari paparan dan Rubington dan Martin tersebut, setidaknya ada empat pengertian dasar dalam permasalahan sosial, yaitu;

  • An Alleged situation (situasi yang diungkapkan atau dinyatakan).
  • Incompatible with value (kondisi yang tidak sesuai dengan nilai atau moral ataupun hal-hal yang dianggap layak).
  • A significant number of people (kondisi ini dinyatakan oleh beberapa orang penting atau para ahli sebagai suatu permasalahan sosial).
  • Action is needed (mengenai situasi dan kondisi ini diungkapkan perlu adanya suatu aksi sosial atau aksi perubahan).

Kaitannya dengan asesmen kebutuhan ada lima jenis kebutuhan[7], yakni :

  • Kebutuhan absolut, yaitu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh manusia agar dapat mempertahankan kehidupannya (survive)
  • Kebutuhan normatif, adalah kebutuhan yang didefinisikan oleh ahli atau tenaga profesional dimana kebutuhan ini biasanya didasarkan atas dasar tertentu
  • Kebutuhan yang dirasakan, adalah sesuatu yang dianggap oleh oarang sebagai kebutuhannya
  • Kebutuhan yang dinyatakan, adalah kebutuhan yang dirasakan yang kemudian berubah atau diubah menjadi kebutuhan yang dinyatakan sebagai kebutuhan yang penting berdasarkan banyaknya permintaan atas kebutuhan tersebut
  • Kebutuhan komparatif, adalah kebutuhan hasil perbandingan dari wilayah-wilayah yang berbeda untuk kelompok masyarakat yang memiliki karekteristik yang sama.

Menjadi tolak ukur penting pula dalam perencanaan setelah tahapan identifikasi masalah, adalah bagaimana kejelian seorang perencana melakukan pemetaan sosial.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s