Organisasi Pustakawan Indonesia

 Organisasi Pustakawan Indonesia

Perpustakaan modern yang pertama kali ada di Indonesia didirikan oleh orang belanda. Perpustakaan tersebut adalah perpustakaan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en wetenschap didirikan pada tahun 1778. Seabad kemudian di indonesia mulai berdiri berbagai perpustakaan khusus, menyusul pendirian perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum oleh pihak swasta pada awal abad ke-20. awalnya perpustakaan sekolah tidak ada, yang ada hanyalah guru yang menaruh minat pada perpustakaan . beberapa guru di batavia (jakarta) menyadari perlunya organisasi pustakawan sebagai wadah komunikasi antara sesama anggota. Usaha pembentukan organisasi pustakawan mulai dirintis pada tahun 1912 dengan dilangsungkannya diskusi pustakawan di batavia. Namun, usaha itu baru membuahkam hasil pada tahun 1916 dengan terbentuknya Vereeniging Tot Bevordering Van Het Bibliotheekwezen di batavia. Tujuan organisasi itu dinyatakan pada pasal 3 berbunyi sebagai berikut:

1.    memajukan berdirinya perpustakaan baru dan membantu perpustakaan rakyat yang telah ada, baik yang bersifat ilmiah maupun umum.

2.    memajukan usaha sentralisasi perpustakaan

3.    mengusahakan peminjaman antar perpustakaan di hindia-belanda (Indonesia)

4.    memajukan lalu lintas pertukaran dan peminjaman bahan secara internasional

5.    mengumpulkan dan memajukan sumber dan tugas referens

6.    mendirikan biro penerangan untuk kepentingan ilmiah dan dokumentasi

7.    mendirikan gedung untuk perpustakaan umum

8.    segala usaha sah lainnya yang dapat membantu tercapainya tujuan di atas

Masa pendudukan jepang, organisasi itu sudah tidak lagi kegiatan pustakawannya. Pada tahun 1954 berdiri Perkumpulan Ahli Perpustakaan Seluruh Indonesia (PAPSI) yang mempunyai tujuan sbb :

1.    mempertinggi pengetahuan ilmu perpustakaan, berarti mempertinggi derajat para anggotanya

2.    mananam rasa cinta terhadap perpustakaan dan buku umum

Dan akhirnya pada tahun 1956 PAPSI berubah namanya menjadi Perhimpunan Ahli Perpustakaan, Arsip, Dan Dokumentasi (PAPADI), yang tujuannya adalah :

1.    mempertinggi pengetahuan tentang ilmu perpustakaan, arsip, dan dokumentasi, serta ilmu-ilmu lain yang berkaitan

2.    memperluas dan menanamkan pengertian terhadap perpustakaan, arsip, dan dokumentasi

3.    membela kepentingan dab mempertinggi derajat para anggotanya

Tahun 1962 nama organisasi diubah menjadi Asosiasi Perpustakaan, Arsip, Dan Dokumentasi (APADI) yang bertujuan untuk :

1.    mengusahakan agar tercapai kesempurnaan sistem dan isi perpustakaan, arsip, dan dokumentasi

2.    mempertinggi pengetahuan tentang ilmu perpustakaan, arsip, dan dokumentasi dan ilmu-ilmu yang bersangkutan

3.    memperluas dan menanam pengertian perpustakaan, arsip, dan dokumentasi

4.    mempertinggi derajat para anggotanya

Sementara pada tahun 1969 berdirilah Himpunan Pustakawan Chusus Indonesia (HPCI) dengan tujuan :

1.    membina perkembangan perpustakaan khusus di Indonesia

2.    memupuk hubungan antar anggota

Untuk menyatukan perhimpunan pustakawan, pada tahun 1973 dilangsungkan kongres pustakawan se-Indonesia di Ciawi. Hasilnya adalah pembentukan Organisasi Pustakawan Indonesia yang bernama Ikatan Pustakawan Indonesia yang disingkat IPI. Berdasarkan pasal 5 Anggaran Dasarnya, IPI bertujuan untuk :

1.    menghimpun, menampung, serta menyalurkan aspirasi dan kreasi dari mereka yang berpotensi dalam ilmu pengetahuan dan yang lainnya dan atau bekerja dalam bermacam-macam jenis perpustakaan atau badan-badan lainnya yang ruang lingkupnya berkaitan dengan perpustakaan

2.    mengusahakan mereka yang termasuk di atas pada tempat semestinya di dalam masyarakat.

3.    meningkatkan, mengembangkan, dan mengamalkan ilmu perpustakaan demi kemajuan pendidikan, ilmu pengetahuan, serta kesejahteraan masyarakat

4.    menempatkan ilmu perpustakaan dan ilmu pengetahuan lainnya pada taraf yang semestinya di antara ilmu pengetahuan.

3.  Organisasi IPI

IPI diketuai oleh seorang ketua umum dibantu oleh sekretaris umum dan komisi. Untuk kegiatan yang menyanngkut profesi dibentuk bagian yang disebut ”bidang”. Dalam IPI terdapat bidang sbb :

a.    organisasi

b.    perpustakaan khusus

c.    perpustakaan umum

d.   perpustakaan sekolah

e.    perpustakaan perguruan tinggi

Untuk membantu ketua umum melaksanakan program IPI dibentuklah sebuah komisi, komisi yang ada di IPI adalah :

a.    komisi usaha dan kesejahteraan

b. komisi penerbitan

c. komisi penelitian dan pengembangan

Prinsip-prinsip pokok pemberdayaan organisasi IPI meliputi :

- Penyempurnaan AD/ART sesuai dengan visi dan misi IPI ke depan.

- Penguasaan teknologi informasi ;

- Peningkatan kualitas anggota ;

- Pemberdayaan kemampuan anggota ;

- Pengembangan organisasi IPI yang lebih mandiri dan professional ;

- Pengembangan kader-kader organisasi secara berkesinambungan dan berjenjang ;

- Pembentukan organisasi atau kelompok-kelompok bidang minat atau interest group.

- Pengembangan media komunikasi anteraktif antara anggota dan pengurus.

Aspek lain yang harus diperhatikan adalah strategi pendekatan perencanaan program kerja IPI harus mencerminkan keseimbangan antara pendekatan pendidikan dan pemberdayaan anggota. Oleh karena itu program IPI harus benar-benar realistis dan benar-benar nyata manfaatnya baik bagi anggotanya maupun bagi masyarakat.

4.       Organisasi Pustakawan Luar Negeri

American Library Association (ALA) adalah sebuah organisasi pustakawan profesional yang didirikan pada tahun 1953 di New York. Pertemuannya dihadiri oleh para pustakawan, peneliti, ilmuan, dan pendeta, yang semuanya menyadari pentingnya pengetahuan tentang buku serta kesadaran bahwa pengelolaan buku perlu dilakukan demi kepentingan umum. Di sini mereka menekankan pentingnya adminitrasi dan organisasi perpustakaan. Mereka menyatakan bahwa perpustakaan memiliki cirri khusus dengan mengumpulkan, mengatur, dan mempromosikan penggunaan buku; juga diperlukan metode khusus untuk melaksanakan tugas tersebut. Jasa bagi pemakai merupakan motivasi utama serta tujuan primer perpustakaan. Juga mereka menekankan perlunya menyatu dalam sebuah himpunan.

Pada tahun ini, juga terbit majalah American Library Journal dengan “managing editornya” Melvill Dewey, pencipta Dewey Decimal Classification (DDC). Menurut anggaran dasar ALA, maka ALA bertujuan mempromosikan atau memajukan jasa perpustakaan dan kepustakawanan. Dalam bahasa inggris dikatakan ”to promote the library service and librarianship”. Untuk melaksanakan tujuan tersebut maka organisasi ALA terdiri atas :

1.    lima devisi jenis perpustakaan ; American Association Of School Librarians, American Association Of State Libraries, Association Of College And Research Libraries, Association Of Hospital And Institution Libraries, Dan Public Library Association

2.    sembilan devisi jenis aktivitas, yaitu Adult Service Devision, American Library Trustee Association, Children’s Services Decision, Reference Services Devision, Resources And Technical Services Devision, Young Adult Services Devision, Dan Information Science And Automation Devision

3.    lima puluh cabang negara bagian, regional, dan teritorial. Istilah yang digunakan adalah chapters mencakup semua Negara bagian, teritori seperti Guam dan Virgin Islands

4.    dua belas organisasi yang berafiliasi dengan ALA, seperti American Associations Of Law Libraries, American Society For Information Science, American Merchant Marine Library Association, American Theological Library Association, Association Of American Library Schools, Association Of Research Libraries Canadian Library Association, Library Society Of Puerto Rico, Medical Library Association, Dan Catholic Library Association.

Kegiatan ALA dilakukan oleh staf perpustakaan di bawah pengawasan direktur eksekutif. Direktur eksekutif melakukan kerjasama yang tidak terbatas pada dunia ALA tetapi juga dengan bidang lain berkaitan seperti American Book Publishers Council dan National Education Association. Semua aktivitas ALA diarahkan untuk mencapai objeknya yakni peningkatan jasa perpustakaan dan kepustakawanan. Semua kebijakan, program, dan kegiatan dilaksanakan dengan tujuan melayani kepentingan umum. Di samping kegiatan umum, ALA pun menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk anggotanya. ALA menerbitkan majalah sebagai wahana komunikasi antara sesama anggota serta media untuk menyampaikan pendapat anggota; menerbitkan standar kesejahteraan anggota, jasa perpustakaan, pendidikan pustakawan, serta usaha meningkatkan status pustakawan dalam masyarakat; dan mendorong penerbit swasta menerbitkan majalah profesional kepustakawanan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s